Resume Psikologi Pendidikan "Prinsip Learner-Centered"

Prinsip atau perencanaan Learner - Centered adalah suatu proses atau pembelajaran yang lebih mengacu kepada siswanya, bukan guru. maksudnya adalah sifat pembelajaran yang positif dan hubungan interpersonal dengan guru merupakan faktor paling penting yang dapat memperkuat motivasi dan prestasi murid.

Prinsip learner-centered yang dikembangkan oleh gugus tugas American Psychological Assosiation (APA) dapat diklasifikasikan berdasarkan empat faktor : kognitif dan metakognitif, motivasional dan emosional, perkembangan dan sosial, dan perbedaan individual.

Faktor kognitif dan metakognitif

terdapat 6 prinsip dalam faktor kognitif dan metakognitif :

  1. Sifat proses pembelajaran .yaitu pembelajaran ini akan sangat efektif bila dilakukan dengan melalui proses pengkonstruksian makna dari informasi dan pengalaman karena pelajar yang sukses adalah pelajar yang aktif, punya tujuan dan mmapu mengatur diri sendiri dengan alasan mereka mau bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri.
  2. Tujuan proses pembelajaran . yaitu pelajar yang akan sukses dengan bantuan dan edoman instruksional, dapat mencitakan representasi pengetahuan yang bermakna. murid perlu menciptakan dan mengejar tujuan mereka dengan sungguh-sungguh . awalnya mereka akan membuat tujuan pembelajaran yang mendasari dasar dasarnya saja, tetapi seiring berjalannya waktu mereka akan menambah pengetahuan, memecahkan masalah, memperdalam pemahaman terhadap suatu pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan sesungguhnya.
  3. Konstruksi pengetahuan . yaitu pelajar yang sukses akan dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah mereka milik dengan mengandung makna makna tertentu. jika mereka dengan terus menerus membangun pengetahuan mereka dan menghubungkannya dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah ada , maka pemgetahuan tersebut akan semakin luas. guru pun disini berperan dalam memberikan strategi yang tepat yaitu dengan pemetaan kondep, organisasi tematik, dan kategorisasi.
  4. Pemikiran srategis . yaitu pelajar yang sukses akan menciptakan sesuatu dengan segala penalaran dan pengetahuan yang sudah ada untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. mereka akan terus menerus mengembangkan keterampilan strategis mereka dengan mengulang strategi yang sukses, dengan menerima petunjuk dan tanggapan dan dengan mengobservasi atau berinteraksi dengan suatu model pembelajaran yang tepat. 
  5. Memikirkan tentang pemikiran (metakognisi) . yaitu pelajar yang sukses adalah pelajar yang metakognitif, mereka akan merenungkan bagaimana cara mereka belajar dan berpikir, menentukan tujuan pembelajaran yang beralasan, memilih strategi yang tepat, dan memantau kemajuan untuk menuju tujuan pembelajaran. 
  6. Konteks pembelajaran . yaitu pembelajaran tidak akan terjadi bila berada di ruang yang hampa karena itu akan mempengaruhi faktor lingkungan seperti kultur, teknologi, dan praktik instruksional.
Faktor motivasi dan emosional

terdapat tiga prinsip yaitu :
  1. Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran . keyakinan dan ekspektasi pelajar akan memperkuat atau melemahkan kualita pemikiran dan pemrosesan informasi. emosi positif yaitu rasa ingin tahu, ini akan membantu melancarkan proses belajar. emosi negatif yaitu kecemasan yang besar, panik, kemarahan , yang dapat melemahkan proses belajar. 
  2. Motivasi intrinsik untuk belajar . motivasi intriksik adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri atau berdasarkan kemauan hati. motivasi intriksik berupa rasa ingin tahu, pemikiran mendalam, dan kreativitas dapat memotivasi anak untuk belajar dengan baik.
  3. Efek motivasi terhadap usaha . usaha adalah aspek penting dari motivasi karena pembelajaran efektif membutuhkan banyak waktu , energi , dan ketekunan. 
Faktor sosial dan developemental

terdapat dua prinsip yaitu :
  1. Pengaruh perkembangan pada pembelajaran . pelajar akan belajar dengan baik apabila pembelajarannya sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangan yang ada pada anak. karena perkembangan fisik , kognitif, dan domain sosioemosional bervariasi maka prestasinya pun akan bervariasi pula
  2. Pengaruh sosial terhadap pembelajaran . suatu pembelajaran akan mempengaruhi interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan komunikasi dengan orang lain. seperti hal nya jika seorang pelajar dapat bekerjasama dengan temannya , maka pembelajaran tersebut akan dengan mudah ditangani dan lebih efektif.
Faktor perbedaan individual

terdapat tiga prinsip yaitu :
  1. Perbedaan individual dalam pembelajaran . setiap pelajar akan memiliki strategi yang berbeda- beda, pendekatan yang berbeda, bahkan kemampuan belajar yang berbeda. ini disebabkan oleh perbedaan pengalaman dan hereditas. tetapi setiap anak dapat dikembangkan kemampuannya dan bakatnya. dan mereka akan memilih caranya sendiri dalam mengembangkan kemampuannya tersebut.
  2. Pembelajaran dan diversitas . suatu pembelajaran akan lebih efektif dengan adanya perbedaan bahasa, kultural, dan latar belakang sosial yang dapat dipertimbangakan. bahasa, etnis ,dan status sosioekonomi akan mempengaruhi proses belajar anak. maka dari itu guru harus tetap lebih sensitif terhadap muridnya.
  3. Standar dan penilaian . dengan menentukan standar yang tinggi dan menantang bahkan menilai kemajuan pembelaran siswa akan berpengaruh bagi proses pembelajaran. pembelajaran yang efektif terjadi ketika murid diberi tantangan untuk meraih tujuan yang lebih tinggi dan tepat. penilaian dalam setiap pembelajaran sangat berpotensi bagi pelajar untuk meraih tujuan yang lebih tinggi dan memberikan motivasi yang besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Neuropsikologi I : Neuron

Hasil Observasi ke SMA Eria Medan

Implikasi Tahap Tahap Perkembangan Anak Terhadap Pendidikan